Sabtu, 12 Februari 2011

akibat menjawab "Yang penting hati dulu yang berjilbab".

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah.

Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan

menjawab

”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ”

Sudah banyak orang

menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.



Hingga di suatu malam.

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga

bermekaran. Ia bahkan bisa

merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih

hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.

Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.



Ia tak sendiri.

Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati

keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat

bersih seakan-akan

memancarkan cahaya yang sangat lembut.



“Assalamu'alaikum,

saudariku....”



“Wa'alaikum salam. Selamat datang saudariku”



“Terima kasih. Apakah ini surga?”



Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga ”



“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti

apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja

sudah seindah ini. ”



Wanita itu tersenyum

lagi ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku ?”



“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah. ”



“Alhamdulillah..”







Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka.

Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.



“Ayo kita ikuti mereka” kata wanita itu setengah berlari.



“ Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu



“ Tentu saja surga saudariku” larinya semakin cepat



“ Tunggu..tunggu aku..”



dia berlari namun tetap tertinggal

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenym

kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak



“Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu

ringan ?”



“Sama dengan engkau

saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum



Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah

melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu

sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.



“ Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan ?”



Wanita itu menatapnya dan

tersenyum. Lalu

berkata



“Apakah kau tak

memperhatikan dirimu, apa yang membedakan dengan

diriku ?”



Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.



“ Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-NYa tanpa jilbab menutup auratmu ?”



Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan

berkata



”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adlah menghijabi hati.”



Ia tertegun..lalu

terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataanya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia

akan menutup auratnya.

1 komentar:

jibril mengatakan...

Kok gampang sih masuk surga...
Patut dipertanyakan..